Menjadikan Yesus sebagai Juruselamat berarti menerima pengampunan-Nya. Menjadikan Yesus sebagai TUHAN (Lord) berarti menyerahkan hak milik atas hidupmu kepada-Nya. Kita terkadang sering terjebak dalam "Christianity as a lifestyle", tapi hari ini kita bicara tentang kedaulatan mutlak.
(Roma 10:9)
Bagaimana caranya?
Berhenti menjadi sutradara atas hidupmu sendiri. Akui bahwa usahamu untuk merasa "cukup" selalu gagal tanpa Dia. (Yohanes 4:6)
Apa tahapannya?
Ambillah waktu hening. Sebutkan dosa-dosamu secara spesifik, lalu undang Yesus masuk bukan sebagai tamu, tapi sebagai Pemilik Rumah. (Wahyu 3:20)
Jika hari ini Yesus meminta kamu meninggalkan hal yang paling kamu cintai demi mengikut Dia, apakah kamu masih berani berkata "Amin"? Apa yang sebenarnya selama ini menjadi "tuhan" di hidupmu selain Dia?