Kita sering merasa harus bekerja keras demi mendapatkan kasih sayang-Nya. Kita memperlakukan Tuhan seperti bos yang galak, bukan Bapa yang penuh kasih. Hari ini, lepaskan jubah "pekerja" dan kenakan jubah "anak". Identitasmu tidak ditentukan oleh apa yang kamu lakukan, tapi oleh siapa Pemilikmu.
(1 Yohanes 3:1)
Hancurkan tembok ketakutan yang membuatmu merasa tidak layak. Datanglah kepada Tuhan dengan keberanian seorang anak yang rindu pelukan. Terimalah bahwa kasih-Nya adalah anugerah, bukan upah atas prestasimu.
(Roma 8:15)
Masihkah kamu merasa haus akan pengakuan dunia sementara Sang Pencipta menyebutmu kesayangan-Nya? Siapa yang suaranya lebih keras di telingamu: Suara dunia yang menghakimimu, atau suara Bapa yang mengasihimu?